UJI VITAMIN C

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUJIAN KEBERADAAN VITAMIN C DALAM BUAH

Disusun Oleh :

Devi Febrianto           (A1G010045)

Fitri Kurniah             (A1G010055)

Indrio Winarso          (A1G010065)

Andesty Dwi Ningtias (A1G010075)

Dosen pembimbing : Dr. Endang Widi W., M. Pd.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

A.    TUJUAN

  1. Menjelaskan kegunaan larutan iodium dalam pengujian vitamin c
  2. Menentukan keberadaan vitamin C dalam berbagai buah.

B.     ALAT DAN BAHAN

    1. Tabung reaksi
    2. Pipet tetes
    3. Rak tabung reaksi
    4. Plastik
    5. Beker gelas
    6. Tablet vitamin c
    7. Larutan iodium/larutan lugol
    8. Asam sitrat
    9. Air kelapa
    10. Jeruk
    11. Jambu air
    12. Duku
    13. Mangga
    14. Tomat
    15. Ale-ale

C.    LANGKAH KERA

    1. Campurkan 20 tetes iodium dengan air sebanyak 1 sendok makan( larutan akan bewarna kekuning-kuningan ). Buat sebanyak sari buah yang mau di uji di tambah satu untuk di uji dengan vitamin C.
    1. Haluskan tablet vitamin C menjadi bubuk, masukkan ½ dari bubuk tadi kedalam gelas yang telah diisi air sebanyak 4 sendok makan. Aduk hingga bubuk vitamin C melarut sempurna.
    2. Buatlah sari buah dari buah yang akan di uji dengan cara memeras buah tersebut dan tempatkan di dalam wadah yang berbeda.
    3. Teteskan larutan iodium pada vitamin C sehingga larutan bewarna bening. Hitunglah jumlsh tetes larutan yang digunakan.
    4. Selanjutnya, tetesi sari buah yang pertama sebanyak tetesan iodium kedalam larutan vitamin C. ( ulangi poin ini untuk sari buah yang lainnya.
    5. Catat hasil pengujian pada tabel.
  1. D. HASIL PENGAMATAN
    1. Tabel uji vitamin C pada buah

      Bahan yang diuji

                                      Warna larutan iodium Keterangan

      Sebelum ditetesi

                Setelah ditetesi

      Vitamin C

      Kuning

      Bening

      +

      Sari tomat

      Merah

      Bening

      +

      Sari jeruk nipis

      putih

      Bening

      +

      Air kelapa

      Putih keruh

      Bening

      +

      Sari jambu air

      pink

      Bening

      +

      Asam sitrat

      putih

      Bening

      +

      Sari duku

      Putih keruh

      keruh

      Ale-ale

      Merah

      keruh

      Sari mangga

      Kuning

      Bening

                 +

      E.PEMBAHASAN

      Vitamin C

      Buah jeruk, terkenal atas kandungan vitamin C-nya yang tinggi.

      Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. [21]

      Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan.[22] Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen.[21] Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah.[21]

      Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit.

      Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat.[1] Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular.[2] Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam.[3] Buah-buahan, seperti jeruk, merupakan sumber utama vitamin ini.[3]

      Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan.[rujukan?] Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini.[4] Selama ini vitamin C atau asam askorbat dikenal perananny dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi.[3] Pada beberapa penelitian lanjutan ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak.[1] Dua peneliti di Texas Woman’s University menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.[5]

      Peranan vitamin C dalam tubuh

      Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan.[6]

      Vitamin c juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. [1] Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh.[3] Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran.[1] Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%.[1]

      Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat keadaan pecah-pecah di lidah scorbut, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.[1]

      Konsumsi

      Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan hidup masing-masing.[6] Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral.[1] Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein.[1] Selain itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.[6]

      Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.[3]

       

      F. KESIMPULAN

      Dari sampel buah yang diteliti dapat disimpulkan bahwa tidak semua zat/larutan yang mempunyai rasa asam mengandung vitamin C, contohnya larutan cuka, bersifat asam namun tidak mengandung vitamin C.

      G.DAFTAR RUJUKAN

      1. Davies MB, Austin J, Partridge DA. 1991. Vitamin C: Its Chemistry and Biochemistry. Hal : 97-100. The Royal Society of Chemistry: Cambridge.
      2. “Maturational Loss of the Vitamin C Transporter in Erythrocytes”. Department of Medicine, Vanderbilt University School of Medicine; James M. May, Zhi-chao Qu, Huan Qiao, dan Mark J. Kouryab. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/ppmc/articles/PMC1964531. Diakses pada 26 November 2010.
      3. Kim DO, Lee KW, Lee HJ, Lee CY. 2002. Vitamin C equivalent antioxidant capacity (VCEAC) of phenolic phytochemicals. J Agric Food Chem 50(13):3713–17.
      4. Gyorgi AS. 1931. Vitamin C, Muscles, and WWII. Szeged: 1931-47.
      5. Bednar C, Kies C. 1994. Nitrate and vitamin C from fruits and vegetables: Impact of intake variations on nitrate and nitrite excretions of humans. Plant Foods Hum Nutr 45:71-80
      6. Naidu KA. 2003. Vitamin C in human health and disease is still mistery? An Overview. J Nutr 2:7

       

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: