“HIDRILA”

LAPORAN PRAKTIKUM

“PENGAMATAN  HIDRILA”

Disusun Oleh :

Devi Febrianto           (A1G010045)

Fitri Kurniah             (A1G010055)

Indrio Winarso          (A1G010065)

Andesty Dwi Ningtias (A1G010075)

Dosen pembimbing : Dr. Endang Widi W., M. Pd.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

 

Kompetensi  Dasar

2.1 mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan

Indikator

Siswa dapat :

  1. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan gas;
  2. Mengamati bahwa cahaya langsung mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan.

Alat dan Bahan

  1. Gelas bening 2 buah
  2. Tabung reaksi 2 buah
  3. Corong bening 2 buah
  4. Air
  5. Tumbuhan air, misalnya hydrila
  6. Plastik transparan (lubang disesuaikan dengan ukuran gelas bening)
  7. Jam berjarum detik

Prosedur/ Langkah Kerja

  1. Buatlah lubang pada plastik transparan yang besarnya disesuaikan dengan ukuran gelas
  2. Buatlah dua set rangkain alat yang setiap set terdiri dari gelas bening yang berisi air, hydrila, dan tabung reaksi penuh air . pastikan jumlah dan panjang hydrila pada setiap gelas selalu sama dan masukkan ke dalam corong.
  3. Letakkanlah kedua rangkaian tersebut ditempat yang berbeda, satu di dalam kelas, dan lainnya diluar kelas yang terkena cahaya matahari langsung !
  4. Hitunglah gelembung udara yang keluar dari tumbuhan hydrila, dan bandingkan jumlah gelembung gas yang di hasilkan tumbuhan hydrila yang berada di dalam kelas dengan yang terkena cahaya matahari langsung!

Hasil Percobaan

Waktu pengamatan Jumlah gelembung            1 menit Keadaan cuaca keterangan
pagi 10:53 45 panas berawan Kecil
Siang 12:23 99 panas Kecil
Sore 16:34 2 berawan Kecil
malam 18.00 Tidak ada   Tidak ada cahaya

Penjelasan

Cahaya matahari langsung intensitasnya lebih tinggi dari pada yang tidak langsung. Hal ini akan mempengaruhi jumlah gelembung gas yang di hasilkan pada fotosintesis tumbuhan hydrila. Kegiatan fotosintesis dapat diukur dengan menghitung jumlah gelembung gas yang dihasilkan dari bagian tumbuhan. Dari pengukuran banyaknya gas yang dihasilkan akan terlihat bahwa laju produksi gas meningkat bila intensitas cahaya meningkat.

Gelembung gas yang dihasilkan pada peristiwa fotosintesis adalah oksigen. Selain cahaya matahari, cahaya lampu dan cahaya dengan warna tertentu dapat meransang di hasilkanya gelembung gas. Warna merah dan nila dari cahaya lampu dapat mempercepat penghasilan gas. Oleh karena itu, umumnya aquarium dilengkapi dengan lampu ungu agar tumbuhan didalamnya menghasilkan gelembung gas.

Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dan kemudian ke dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak, sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yang tidak terdapat cahaya dengan lama pengamatan yang sama, maka Hydrilla verticillata yang direndam akan mengeluarkan gelembung udara dalam jumlah yang relatif sangat sedikit. Dalam hal ini penambahan larutan NaHCO3 dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air, dengan persamaan reaksi sebagai berikut :

NaHCO3 + H2O NaOH + CO2 + H2O

Dari kedua tabel, dapat dilihat perbandingan banyak gelembung gas yang timbul. Percobaan yang ditambah larutn NaHCO3 ternyata dapat mempercepat laju fotosintesis. Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis :

1. Ketersediaan air
Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup, akibatnya penyerapan karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun.

2. Intensitas cahaya
Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis.

3. Konsentrasi karbondioksida (CO2)
Semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkatkan laju fotosintesis.

Semua faktor tersebut mempengaruhi fotosintesis, yang paling membatasi hanyalah faktor ketersediaan air. Perbedaan warna antara daun yang tertutup kertas karbon dengan bgian daun yang terbuka yaitu pada daun yang tidak ditutupi karbon akan tampak warna biru kehitam-hitaman yang menandai bahwa pada daun telah terjadi proses fotosintesis. Hal ini disebabkan karena kertas karbon mempunyai sifat memantulkan cahaya matahari sehingga fotosintesis tidak dpat berlangsung. Berbeda dengan daun yang tidak mendapat perlakuan, akan tampak bercak-bercak ungu kehitam-hitaman yang menandakan ada amilum.
Kesimpulan

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.

2. Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen.

3. Intensitas cahaya matahari dan karbondioksida ikut mempengaruhi pembentukan oksigen pada proses ini.

4. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks dengan menggunakan energi matahari, CO2 dan H2O yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen

5.Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan organic (gula dan karbohidrat) dari zat-zat anorganik (air dan karbon dioksida) dengan bantuan cahaya matahari. Tumbuhan hijau mampu melakukan proses fotosintesis karena memiliki klorofil (zat hijau daun).

6.Laju fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa factor, terutama konsentrasi (kadar)m karbon dioksida, intensitas cahaya, dan suhu.

7.Selain menghasilkan zat-zat makanan, fotosintesis juga menghasilkan oksigen.

8.Zat hijau daun (klorofil) berperan dalam mengubah tenaga radiasi matahari menjadi tenaga kima melalui proses fotosintesis sehingga menghasilkan energi.

DAFTAR RUJUKAN

Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.

Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.

Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.
Ingin Artikel Ini..??

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: