BENARKAH TUMBUHAN MENGHASILKAN ZAT TEPUNG

LAPORAN PRAKTIKUM

BENARKAH TUMBUHAN MENGHASILKAN ZAT TEPUNG

Disusun Oleh :

Devi Febrianto           (A1G010045)

Fitri Kurniah             (A1G010055)

Indrio Winarso          (A1G010065)

Andesty Dwi Ningtias (A1G010075)

Dosen pembimbing : Dr. Endang Widi W., M. Pd.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

Kompetensi Dasar

2.1. Mengidentifikasikan cara tumbahan hujau membuat makanan

Indikator

Siswa dapat menunjukkan bahwa zat tepung akan terbentuk di daun yang bewarna hijau dengan bantuan sinar matahari.

Alat dan Bahan

  1. Daun tipis yang masih menempel pada tumbuhan
  2. Kertas karbon atau kertas alumunium
  3. Penjepit kertas atau isolasi
  4. Alkohol 70%
  5. Larutan iodium
  6. Spritus
  7. Gelas piala/gelas kimia
  8. Pembakar spiritus
  9. Pipet
  10. Pinset
  11. Air
  12. Korek api
  13. Gunting
  14. Piring kecil
  15. Pancil alumunium kecil

Prosedur/Langkah Kerja

  1. Pada hari pertama (sekurang-kurangnya dua hari sebelum praktik) pilihlah daun yang terkena cahaya matahari. Tutuplah daun tersebut dengan kertas karbon atau kertas alumunium pada sore atau malam hari. Biarlah daun tersebut melakukan fotosintesis selama hari kedua.
  2. Petiklah daun tersebut pada siang hari ketiga menjelang digunakan untuk praktik
  3. Rebuslah daun tersebut dengan air sampai layu yang menandakan sel-sel sudah mati dan tidak berfungsi lagi. Pada sel-sel yang sudah mati alkohol dan iodium lebih mudah menembus daun.
  4. Isilah gelas kimia dengan alkohol. Masukkan daun yang telah direbus ke dalam gelas tersebut.
  5. Masukkan gelas kimia berisi alkohol dan daun rebusan tersebut ke dalam panci yang berisi air. Didikan alkohol tersebut sampai daun tersebut terlihat pucat dan alkohol berwarna hijau. Tujuannya adalah untuk melarutkan klorofil agar lebih mudah bereaksi dengan iodium
  6. Setelah daun berwarna pucat, ambillah daun dan celupkan kedalam air mendidih, agar daun bersih dari alkohol dan kaku
  7. Latakkan daun di dalam piring kemudian tetesin dengan iodium secara merata. Tujuannya adalah untuk menguji apakah di dalam daun tersebut atau tidak! Zat tepung bila diberi alkohol akan terbentuk iodamilum yang bewarna biru sampai hitam.

Penjelasan

            Fotosintesis terjadi pada bagian tumbuhan yang berklorofil (paling banyak terdapat pada daun). Dengan bantuan cahaya matahari sebagai sumber energi, karbondioksida dari udara yang ditangkap oleh klorofil, dan air dari tanah, akan membentuk gula yang disalurkan ke bagian tubuh untuk digunakan atau simpan, misalnya dalam bentuk zat tepung. Pada daun yang ditutup, tidak mendapat sinar, tidak terjadi proses fotosintesis, karena tidak mendapat zat tepung. Hal ini dibuktikan dengan daun yang berwarna hitam/biru.

            Jika ketika daun diberi iodium terdapat perubahan warna. Daun yang trkena cahaya matahari dan ditetesi iodium, akan berwarna biru kehitaman. Bagian daun yang yang tertutup (tidak terkena cahaya) akan berwarna coklat (seperti warna iodium)

            Iodium merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan zat tepung di dalam daun. Jika iodium bereaksi dengan zat tepung (amilum), akan membentuk iodamilumyang bewarna  biru kehitaman.

             Pada daun yang ditutupi oleh kertas karbon masih dapat melakukan respirasi dan transpirasi walaupun tidak mendapat sinar matahari yang cukup, hal ini jelas terlihat adanya amilum pada daun dengan jumlah yng sedikit. Namun pada daun yang tidak mendapat perlakuan terdapat banyak amilum sebagai tanda melakukan proses fotosintesis.

Dari perbedaan warna yang terjadi atas perbedaan perlakuan menunjukkan bagian daun yang berbeda warna disebabkan oleh faktor kurangnya cahaya matahari, sehingga daun tersebut tidak dapat melaksanakan fungsi fisiologisnya secara sempurna. Dengan kata lain, secara umum fotosintesis hanya dapat berlangsung jika ada cahaya matahari yang cukup mengenai permukaan daun yang ditandai dengan adanya amilum pada daun.

Menguji ada tidaknya amilum yang terdapat pada daun dilakukan dengan merebus daun pada air mendidih 30 menit, hal ini dilakukan agar sel dalam daun mati danselama menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap iodium atau JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Setelah itu meletakkan daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol/iodium sampai merata. Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan adanya amilum dalam jaringan daun.

Proses pembentukan karbohidrat pada fotosintesis, daun yang diberi perlakuan dengan dipanaskan pada air mendidih kemudian dimasukkan dalam alkohol panas mengakibatkan pigmen daun jadi luntur. Daun yang semula berwarna hijau tua berubah menjadi hijau muda. Hal ini dimaksudkan agar ada tidaknya amilum pada daun dapat terlihat dengan jelas pada saat daun tersebut dicuci dengan larutan JKJ. Perebusan dilakukan agar sel dalam daun mati dan menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap larutan JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Setelah itu meletakkan daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol/iodium sampai merata. Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan adanya amilum dalam jaringan daun. Larutan JKJ disini berfungsi untuk memberikan warna pada daun agar dapat dibedakan bagian daun yang mengandung amilum dan tidak. Setelah dimasukkan dalam larutan JKJ, daun yang telah ditutup sebelumnya berwarna agak kebiru-tuaan disekitar pinggir – pinggirnya dan di bagian – bagian yang tidak ditutupi lainnya, sedangkan bagian tengahnya atau bagian yang ditutupi berwarna sedikit lebih cerah. Hal ini disebabkan karena pada bagian yang ditutup tidak terjadi proses fotosintesis, sehingga dibagian tersebut tidak terdapat amilum yang ditunjukkan oleh warna biru tua kehitaman. Sedangkan pada daun yang tidak ditutup warna biru tua kehitamannya akan merata diseluruh bagiannya, karena pada seluruh bagian permukaan daun terjadi proses fotosintesis.

DAFTAR RUJUKAN

Anwar, A. 1984. Ringkasan Biologi. Ganeca Exact. Bandung.

Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta.

Kimball, J. W. 1993. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.

Kimball, J.W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.

Malcome. B. W. 1990.Fisiologi Tanaman. Bumi Aksara. Bandung.

Simbolon, Hubu dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.

Syamsuri. I. 2000. Biologi. Erlangga. Jakarta.

 

Pancil alumunium kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: