UJI MAKANAN

LAPORAN PRAKTIKUM

UJI MAKANAN YANG MENGANDUNG BORAKS

Disusun Oleh :

Devi Febrianto           (A1G010045)

Fitri Kurniah             (A1G010055)

Indrio Winarso          (A1G010065)

Andesty Dwi Ningtias (A1G010075)

Dosen pembimbing : Dr. Endang Widi W., M. Pd.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

UJI MAKANAN YANG MENGANDUNG BORAKS

A. TUJUAN

  1. Menguji kandungan boraks di dalam bahan makanan
  2. Memilih makanan sehat berdasarkan informasi yang dimiliki.

 

B.ALAT DAN BAHAN

  1. Cawan petri
  2. Sendok plastik
  3. Kantong Plastik putih
  4. Pipet tetes
  5. Alat penumbuk
  6. Kain putih
  7. Pisau
  8. Spidol
  9. Kunyit
  10. Boraks
  11. Air
  12. Mie kuning ( basah)
  13. Kerupuk
  14. Leo kripik kentang
  15. Tahu putih
  16. Tahu kuning ( sudah masak )
  17. Kripik
  18. Taro ( snack )
  19. Tempe
  20. Bihun

C. LANGKAH KERJA

  1. Kupas kunyit, haluskan dan beri sedikit air. Bungkuslah kunyit tersebut dengan kain putih, lalu diperas untuk memperoleh air kunyit.
  2. Buatlah larutan boraks dengan cara memasukkan sedikit boraks ke dalam beberapa sendok teh air.( sesuai dengan kebutuhan )
  3. Campurkan lima tetes larutan kunyit dengan lima tetes larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hingga rata dan bewarna merah kecoklatan. Larutan merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator adanya kandungan boraks dalam bahan makanan.
  4. Tumbuklah contoh makanan yang akan di uji hingga halus, dan letakkan dalam cawan petri. Usahakan masing-masing bahan makanan tidak saling bercampur satu sama lain.
  5. Dengan menggunakan pipet, teteskanlah air kunyit ke atas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi. Amati dan catat perubahan yang terjadi.
    1. Catatan :
    2. Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks.

 

D. HASIL UJI MAKANAN

Tabel uji kandungan boraks dalam makanan

no

Janis bahan

Kandungan boraks

Keterangan

+

-

1

Bihun

-

Tidak mengandung boraks Tidak terjadi perubahan warna

2

Snack Taro

+

-

Tidak mengandung boraks Tidak terjadi perubahan warna

3

Tahu putih

-

Tidak mengandung boraks Tidak terjadi perubahan warna

4

Tahu kuning

-

Tidak mengandung boraks Tidak terjadi perubahan warna

5

Krupuk semi jangek

+

Mengandung boraks

Terjadi perubahan warna

6

Mi kuning (basah)

+

-

Sedikit terkadi perubahan warna ,mungkin kandungan boraks yang terdapat didalamnya hanya sedikit

           

E.PEMBAHASAN

  1. A.    Pengertian Boraks

Boraks merupakan garam Natrium Na2B4O710H2O, yang banyak di gunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu dan keramik.

Boraks terjadi dalam suatu deposit hasil dari proses penguapan “hot spring” (pancuran air panas) atau danau garam. Boraks termasuk kelompok mineral borat, suatu jenis senyawa kimia alami yang terbentuk dari Boron (B) dan Oksigen (O). Boraks erat kaitannya dengan asam borat, dan kemungkinan besar daya pengawetan boraks disebabkan karena adanya senyawa aktif asam borat (asam borosat).

Boraks merupakan senyawa kimia dengan rumus natrium tetraborat, berbentuk kristal lunak dengan pH = 9,5. Boraks merupakan senyawa kimia antara natrium hidroksida serta asam borat. Dalam industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptic kayu dan pengontrol kecoa.

Secara bahasa jawa, boraks dikenal sebagai bleng. Bleng adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan makanan tradisional seperti karak dan gendar. Sinonimnya yaitu natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.
Struktur molekul boraks adalah dari menyambungkan BO2(OH) BO3(OH) dan segi tiga bidang empat yang terikat ke rantai dari bidang delapan air dan sodium. Boraks memiliki beberapa karakteristik:
a. Warna adalah putih jernih
b. Kilau seperti kaca
c. Kristal transparan (tembus cahaya)
d. System hablur adalah monoklin
e. Perpecahan sempurna di satu arah
f. Warna lapisan putih
g. Mineral yang sejenis adalah kalsit, halit, hanksite, colemanite, ulexite dan garam asam borat.

  1. Manfaat boraks

Boraks biasanya digunakan oleh industri farmasi sebagai ramuan obat misalnya salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut dan obat pencuci mata. Boraks juga digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptic kayu.
Boraks ini banyak disalahgunakan oleh manusia sehingga menimbulkan bahaya. Boraks banyak disalahgunakan untuk pembuatan mie basah, lontong, bakso, kerupuk dan gendar. Boraks apabila terdapat pada makanan maka dalam jangka waktu lama akan terjadi penumpukan pada otak, hati, lemak dan ginjal. Pemakaian dalam jumlah banyak dapat menyebabkan demam, depresi, kerusakan ginjal, nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, kebodohan, kebingungan, radang kulit, anemia, kejang, pingsan, koma bahkan kematian.

  1. Bahaya Boraks

Bahaya boraks dapat diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lender. Dapat memberikan efek toksik. Pengaruhnya terhadap kesehatan:
– Tanda dan gejala akut
Munah, diare, merah di lender, konvulsi dan dispersi SSP (Susunan Syaraf Pusat)
Tanda dan gejala akut : Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)

- Tanda dan gejala kronis

  1. nafsu makan menurun
  2. Gangguan pencernaan
  3. Gangguan SSP : bingung dan bodoh
  4. Anemia, rambut rontok dan kanker.

D. Ciri-ciri makanan mengandung boraks:
a. Kerupuk:
– Teksturnya sangat renyah
– Dapat memberikan rasa getir

- Daya simpan lama

- Tidak mudah berjamur

b. Mi basah :

-    Penggunaan boraks pada pembuatan mi akan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal.

c. Tahu :

-  Tidak mudah hancur

- Tekstur lebih kenyal

- Bau agak menyengat

- Dapat bertahan lama

Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi ironisnya penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif. Seringnya mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian. Bleng atau boraks biasanya dipakai dalam pembuatan makanan berikut ini: karak/lempeng (kerupuk beras), sebagai komponen pembantu pembuatan gendar (adonan calon kerupuk) mi, lontong, sebagai pengeras. ketupat, sebagai pengeras, bakso, sebagai pengawet dan pengeras serta kecap, sebagai pengawet.
E. Upaya Mengatasi penyalahgunaan Boraks :

Berikut merupakan saran untuk mengatasinya :

1. Upaya mempersiapkan RUU Pangan perlu dipercepat, berikuty perangkat pendukung beserta peraturan-peraturan dan petunjuk pelaksanaannya.

2. Perlu dikembangkannya upaya pendidikan produsen makanan jajanan dengan bantuan pemerintah daerah.

3. Perlu dikembangkannya upaya pendidikan konsumen, khususnya melalui media elektronik seperti TV dan radio, melalui pesan-pesan keamanan pangan yang dikemas rapi (1 – 5 menit) serupa advertensi gratis.

4. Untuk menghindarkan terjadinya kesimpangan-siuran penjelasan kepada masyarakat luas mengenai keamanan pangan, perlu dibentuk suatu Tim Pakar Keamanan Pangan Nasional, yang diprakarsai oleh Menteri Kesehatan dan Menteri Negara Urusan Pangan sehingga bila ada kasus keamanan pangan, masyarakat mendapat penjelasan secara tepat, benar dan resmi (Winarno, 1994).

 

F.KESIMPULAN

Dari beberapa sampel makanan yang telah diamati, makanan yang mengandung boraks adalah kerupuk, karena tekstur nya lebih renyah,dan tidak mudah berjamur. Selain itu dalam mie basah juga mengandung sedikit boraks karena terjadi sedikit perubahan warna pada larutan kunyit sebagai indikator.

G. DAFTAR RUJUKAN

Akmal, Zurhamita. 1995. Kandungan Boraks pada Makanan Jenis Mie yang Beredar di Kotamadya Padang. http://batamdigitalisland.com/
Annonim. 2006. Bahaya Formalin dan Boraks. Jakarta : http://www.blogger.com/
Annonim. 2008. Bahaya Bleng dan Boraks. Jakarta: http://wapedia.mobi/id/Bleng
Annonim. 2008. Struktur Boraks. http://commons.wikimedia.org.
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat.2008. Boraks. http://www.diskes.jabarprov.go.id
Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. 2008. Bahaya Penggunaan Formalin dan Boraks. Jombang : http://www.rsd-jombang.com/
Anonim.2005.http://www.forek.or.it/detail.php?rubrik=kesehatan&beritaID=2344Diakses pada tanggal 28 Desember 2010

Winarno, F.G. 1994. Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Warta Konsumen.1990.Boraks dan MSG dalam baksa No 10 Juni 1990. YLKI.Jakarta.

Depkes RI.1988.Peratura Mentri Kesehatan Repulik Indonesia No.722/Menkes/IX/1988. Tentang Badan Tambahan Makanan. Jakarta

Ponco D.2002.Pemeriksaan Boraks pada Bakso di Pasar Perumnas Bekasi.Karya Tulis Ilmiah.AKK Depkes.Jakarta

 

Leave a comment »

UJI VITAMIN C

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUJIAN KEBERADAAN VITAMIN C DALAM BUAH

Disusun Oleh :

Devi Febrianto           (A1G010045)

Fitri Kurniah             (A1G010055)

Indrio Winarso          (A1G010065)

Andesty Dwi Ningtias (A1G010075)

Dosen pembimbing : Dr. Endang Widi W., M. Pd.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

A.    TUJUAN

  1. Menjelaskan kegunaan larutan iodium dalam pengujian vitamin c
  2. Menentukan keberadaan vitamin C dalam berbagai buah.

B.     ALAT DAN BAHAN

    1. Tabung reaksi
    2. Pipet tetes
    3. Rak tabung reaksi
    4. Plastik
    5. Beker gelas
    6. Tablet vitamin c
    7. Larutan iodium/larutan lugol
    8. Asam sitrat
    9. Air kelapa
    10. Jeruk
    11. Jambu air
    12. Duku
    13. Mangga
    14. Tomat
    15. Ale-ale

C.    LANGKAH KERA

    1. Campurkan 20 tetes iodium dengan air sebanyak 1 sendok makan( larutan akan bewarna kekuning-kuningan ). Buat sebanyak sari buah yang mau di uji di tambah satu untuk di uji dengan vitamin C.
    1. Haluskan tablet vitamin C menjadi bubuk, masukkan ½ dari bubuk tadi kedalam gelas yang telah diisi air sebanyak 4 sendok makan. Aduk hingga bubuk vitamin C melarut sempurna.
    2. Buatlah sari buah dari buah yang akan di uji dengan cara memeras buah tersebut dan tempatkan di dalam wadah yang berbeda.
    3. Teteskan larutan iodium pada vitamin C sehingga larutan bewarna bening. Hitunglah jumlsh tetes larutan yang digunakan.
    4. Selanjutnya, tetesi sari buah yang pertama sebanyak tetesan iodium kedalam larutan vitamin C. ( ulangi poin ini untuk sari buah yang lainnya.
    5. Catat hasil pengujian pada tabel.
  1. D. HASIL PENGAMATAN
    1. Tabel uji vitamin C pada buah

      Bahan yang diuji

                                      Warna larutan iodium Keterangan

      Sebelum ditetesi

                Setelah ditetesi

      Vitamin C

      Kuning

      Bening

      +

      Sari tomat

      Merah

      Bening

      +

      Sari jeruk nipis

      putih

      Bening

      +

      Air kelapa

      Putih keruh

      Bening

      +

      Sari jambu air

      pink

      Bening

      +

      Asam sitrat

      putih

      Bening

      +

      Sari duku

      Putih keruh

      keruh

      -

      Ale-ale

      Merah

      keruh

      -

      Sari mangga

      Kuning

      Bening

                 +

      E.PEMBAHASAN

      Vitamin C

      Buah jeruk, terkenal atas kandungan vitamin C-nya yang tinggi.

      Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. [21]

      Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan.[22] Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen.[21] Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah.[21]

      Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit.

      Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat.[1] Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular.[2] Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam.[3] Buah-buahan, seperti jeruk, merupakan sumber utama vitamin ini.[3]

      Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan.[rujukan?] Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini.[4] Selama ini vitamin C atau asam askorbat dikenal perananny dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi.[3] Pada beberapa penelitian lanjutan ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak.[1] Dua peneliti di Texas Woman’s University menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.[5]

      Peranan vitamin C dalam tubuh

      Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan.[6]

      Vitamin c juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. [1] Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh.[3] Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran.[1] Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%.[1]

      Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat keadaan pecah-pecah di lidah scorbut, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.[1]

      Konsumsi

      Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan hidup masing-masing.[6] Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral.[1] Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein.[1] Selain itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.[6]

      Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.[3]

       

      F. KESIMPULAN

      Dari sampel buah yang diteliti dapat disimpulkan bahwa tidak semua zat/larutan yang mempunyai rasa asam mengandung vitamin C, contohnya larutan cuka, bersifat asam namun tidak mengandung vitamin C.

      G.DAFTAR RUJUKAN

      1. Davies MB, Austin J, Partridge DA. 1991. Vitamin C: Its Chemistry and Biochemistry. Hal : 97-100. The Royal Society of Chemistry: Cambridge.
      2. “Maturational Loss of the Vitamin C Transporter in Erythrocytes”. Department of Medicine, Vanderbilt University School of Medicine; James M. May, Zhi-chao Qu, Huan Qiao, dan Mark J. Kouryab. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/ppmc/articles/PMC1964531. Diakses pada 26 November 2010.
      3. Kim DO, Lee KW, Lee HJ, Lee CY. 2002. Vitamin C equivalent antioxidant capacity (VCEAC) of phenolic phytochemicals. J Agric Food Chem 50(13):3713–17.
      4. Gyorgi AS. 1931. Vitamin C, Muscles, and WWII. Szeged: 1931-47.
      5. Bednar C, Kies C. 1994. Nitrate and vitamin C from fruits and vegetables: Impact of intake variations on nitrate and nitrite excretions of humans. Plant Foods Hum Nutr 45:71-80
      6. Naidu KA. 2003. Vitamin C in human health and disease is still mistery? An Overview. J Nutr 2:7

       

       

Leave a comment »

“HIDRILA”

LAPORAN PRAKTIKUM

“PENGAMATAN  HIDRILA”

Disusun Oleh :

Devi Febrianto           (A1G010045)

Fitri Kurniah             (A1G010055)

Indrio Winarso          (A1G010065)

Andesty Dwi Ningtias (A1G010075)

Dosen pembimbing : Dr. Endang Widi W., M. Pd.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

 

Kompetensi  Dasar

2.1 mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan

Indikator

Siswa dapat :

  1. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan gas;
  2. Mengamati bahwa cahaya langsung mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan.

Alat dan Bahan

  1. Gelas bening 2 buah
  2. Tabung reaksi 2 buah
  3. Corong bening 2 buah
  4. Air
  5. Tumbuhan air, misalnya hydrila
  6. Plastik transparan (lubang disesuaikan dengan ukuran gelas bening)
  7. Jam berjarum detik

Prosedur/ Langkah Kerja

  1. Buatlah lubang pada plastik transparan yang besarnya disesuaikan dengan ukuran gelas
  2. Buatlah dua set rangkain alat yang setiap set terdiri dari gelas bening yang berisi air, hydrila, dan tabung reaksi penuh air . pastikan jumlah dan panjang hydrila pada setiap gelas selalu sama dan masukkan ke dalam corong.
  3. Letakkanlah kedua rangkaian tersebut ditempat yang berbeda, satu di dalam kelas, dan lainnya diluar kelas yang terkena cahaya matahari langsung !
  4. Hitunglah gelembung udara yang keluar dari tumbuhan hydrila, dan bandingkan jumlah gelembung gas yang di hasilkan tumbuhan hydrila yang berada di dalam kelas dengan yang terkena cahaya matahari langsung!

Hasil Percobaan

Waktu pengamatan Jumlah gelembung            1 menit Keadaan cuaca keterangan
pagi 10:53 45 panas berawan Kecil
Siang 12:23 99 panas Kecil
Sore 16:34 2 berawan Kecil
malam 18.00 Tidak ada  - Tidak ada cahaya

Penjelasan

Cahaya matahari langsung intensitasnya lebih tinggi dari pada yang tidak langsung. Hal ini akan mempengaruhi jumlah gelembung gas yang di hasilkan pada fotosintesis tumbuhan hydrila. Kegiatan fotosintesis dapat diukur dengan menghitung jumlah gelembung gas yang dihasilkan dari bagian tumbuhan. Dari pengukuran banyaknya gas yang dihasilkan akan terlihat bahwa laju produksi gas meningkat bila intensitas cahaya meningkat.

Gelembung gas yang dihasilkan pada peristiwa fotosintesis adalah oksigen. Selain cahaya matahari, cahaya lampu dan cahaya dengan warna tertentu dapat meransang di hasilkanya gelembung gas. Warna merah dan nila dari cahaya lampu dapat mempercepat penghasilan gas. Oleh karena itu, umumnya aquarium dilengkapi dengan lampu ungu agar tumbuhan didalamnya menghasilkan gelembung gas.

Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dan kemudian ke dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak, sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yang tidak terdapat cahaya dengan lama pengamatan yang sama, maka Hydrilla verticillata yang direndam akan mengeluarkan gelembung udara dalam jumlah yang relatif sangat sedikit. Dalam hal ini penambahan larutan NaHCO3 dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air, dengan persamaan reaksi sebagai berikut :

NaHCO3 + H2O NaOH + CO2 + H2O

Dari kedua tabel, dapat dilihat perbandingan banyak gelembung gas yang timbul. Percobaan yang ditambah larutn NaHCO3 ternyata dapat mempercepat laju fotosintesis. Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis :

1. Ketersediaan air
Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup, akibatnya penyerapan karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun.

2. Intensitas cahaya
Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk, sehingga mempercepat fotosintesis. Namun, intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis.

3. Konsentrasi karbondioksida (CO2)
Semakin tinggi konsentrasi CO2 semakin meningkatkan laju fotosintesis.

Semua faktor tersebut mempengaruhi fotosintesis, yang paling membatasi hanyalah faktor ketersediaan air. Perbedaan warna antara daun yang tertutup kertas karbon dengan bgian daun yang terbuka yaitu pada daun yang tidak ditutupi karbon akan tampak warna biru kehitam-hitaman yang menandai bahwa pada daun telah terjadi proses fotosintesis. Hal ini disebabkan karena kertas karbon mempunyai sifat memantulkan cahaya matahari sehingga fotosintesis tidak dpat berlangsung. Berbeda dengan daun yang tidak mendapat perlakuan, akan tampak bercak-bercak ungu kehitam-hitaman yang menandakan ada amilum.
Kesimpulan

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.

2. Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen.

3. Intensitas cahaya matahari dan karbondioksida ikut mempengaruhi pembentukan oksigen pada proses ini.

4. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks dengan menggunakan energi matahari, CO2 dan H2O yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen

5.Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan organic (gula dan karbohidrat) dari zat-zat anorganik (air dan karbon dioksida) dengan bantuan cahaya matahari. Tumbuhan hijau mampu melakukan proses fotosintesis karena memiliki klorofil (zat hijau daun).

6.Laju fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa factor, terutama konsentrasi (kadar)m karbon dioksida, intensitas cahaya, dan suhu.

7.Selain menghasilkan zat-zat makanan, fotosintesis juga menghasilkan oksigen.

8.Zat hijau daun (klorofil) berperan dalam mengubah tenaga radiasi matahari menjadi tenaga kima melalui proses fotosintesis sehingga menghasilkan energi.

DAFTAR RUJUKAN

Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.

Kimball, John. W. 1992. Biologi Umum. Erlangga, Jakarta.

Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.
Ingin Artikel Ini..??

 

Leave a comment »

BENARKAH TUMBUHAN MENGHASILKAN ZAT TEPUNG

LAPORAN PRAKTIKUM

BENARKAH TUMBUHAN MENGHASILKAN ZAT TEPUNG

Disusun Oleh :

Devi Febrianto           (A1G010045)

Fitri Kurniah             (A1G010055)

Indrio Winarso          (A1G010065)

Andesty Dwi Ningtias (A1G010075)

Dosen pembimbing : Dr. Endang Widi W., M. Pd.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

Kompetensi Dasar

2.1. Mengidentifikasikan cara tumbahan hujau membuat makanan

Indikator

Siswa dapat menunjukkan bahwa zat tepung akan terbentuk di daun yang bewarna hijau dengan bantuan sinar matahari.

Alat dan Bahan

  1. Daun tipis yang masih menempel pada tumbuhan
  2. Kertas karbon atau kertas alumunium
  3. Penjepit kertas atau isolasi
  4. Alkohol 70%
  5. Larutan iodium
  6. Spritus
  7. Gelas piala/gelas kimia
  8. Pembakar spiritus
  9. Pipet
  10. Pinset
  11. Air
  12. Korek api
  13. Gunting
  14. Piring kecil
  15. Pancil alumunium kecil

Prosedur/Langkah Kerja

  1. Pada hari pertama (sekurang-kurangnya dua hari sebelum praktik) pilihlah daun yang terkena cahaya matahari. Tutuplah daun tersebut dengan kertas karbon atau kertas alumunium pada sore atau malam hari. Biarlah daun tersebut melakukan fotosintesis selama hari kedua.
  2. Petiklah daun tersebut pada siang hari ketiga menjelang digunakan untuk praktik
  3. Rebuslah daun tersebut dengan air sampai layu yang menandakan sel-sel sudah mati dan tidak berfungsi lagi. Pada sel-sel yang sudah mati alkohol dan iodium lebih mudah menembus daun.
  4. Isilah gelas kimia dengan alkohol. Masukkan daun yang telah direbus ke dalam gelas tersebut.
  5. Masukkan gelas kimia berisi alkohol dan daun rebusan tersebut ke dalam panci yang berisi air. Didikan alkohol tersebut sampai daun tersebut terlihat pucat dan alkohol berwarna hijau. Tujuannya adalah untuk melarutkan klorofil agar lebih mudah bereaksi dengan iodium
  6. Setelah daun berwarna pucat, ambillah daun dan celupkan kedalam air mendidih, agar daun bersih dari alkohol dan kaku
  7. Latakkan daun di dalam piring kemudian tetesin dengan iodium secara merata. Tujuannya adalah untuk menguji apakah di dalam daun tersebut atau tidak! Zat tepung bila diberi alkohol akan terbentuk iodamilum yang bewarna biru sampai hitam.

Penjelasan

            Fotosintesis terjadi pada bagian tumbuhan yang berklorofil (paling banyak terdapat pada daun). Dengan bantuan cahaya matahari sebagai sumber energi, karbondioksida dari udara yang ditangkap oleh klorofil, dan air dari tanah, akan membentuk gula yang disalurkan ke bagian tubuh untuk digunakan atau simpan, misalnya dalam bentuk zat tepung. Pada daun yang ditutup, tidak mendapat sinar, tidak terjadi proses fotosintesis, karena tidak mendapat zat tepung. Hal ini dibuktikan dengan daun yang berwarna hitam/biru.

            Jika ketika daun diberi iodium terdapat perubahan warna. Daun yang trkena cahaya matahari dan ditetesi iodium, akan berwarna biru kehitaman. Bagian daun yang yang tertutup (tidak terkena cahaya) akan berwarna coklat (seperti warna iodium)

            Iodium merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan zat tepung di dalam daun. Jika iodium bereaksi dengan zat tepung (amilum), akan membentuk iodamilumyang bewarna  biru kehitaman.

             Pada daun yang ditutupi oleh kertas karbon masih dapat melakukan respirasi dan transpirasi walaupun tidak mendapat sinar matahari yang cukup, hal ini jelas terlihat adanya amilum pada daun dengan jumlah yng sedikit. Namun pada daun yang tidak mendapat perlakuan terdapat banyak amilum sebagai tanda melakukan proses fotosintesis.

Dari perbedaan warna yang terjadi atas perbedaan perlakuan menunjukkan bagian daun yang berbeda warna disebabkan oleh faktor kurangnya cahaya matahari, sehingga daun tersebut tidak dapat melaksanakan fungsi fisiologisnya secara sempurna. Dengan kata lain, secara umum fotosintesis hanya dapat berlangsung jika ada cahaya matahari yang cukup mengenai permukaan daun yang ditandai dengan adanya amilum pada daun.

Menguji ada tidaknya amilum yang terdapat pada daun dilakukan dengan merebus daun pada air mendidih 30 menit, hal ini dilakukan agar sel dalam daun mati danselama menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap iodium atau JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Setelah itu meletakkan daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol/iodium sampai merata. Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan adanya amilum dalam jaringan daun.

Proses pembentukan karbohidrat pada fotosintesis, daun yang diberi perlakuan dengan dipanaskan pada air mendidih kemudian dimasukkan dalam alkohol panas mengakibatkan pigmen daun jadi luntur. Daun yang semula berwarna hijau tua berubah menjadi hijau muda. Hal ini dimaksudkan agar ada tidaknya amilum pada daun dapat terlihat dengan jelas pada saat daun tersebut dicuci dengan larutan JKJ. Perebusan dilakukan agar sel dalam daun mati dan menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap larutan JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Setelah itu meletakkan daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol/iodium sampai merata. Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan adanya amilum dalam jaringan daun. Larutan JKJ disini berfungsi untuk memberikan warna pada daun agar dapat dibedakan bagian daun yang mengandung amilum dan tidak. Setelah dimasukkan dalam larutan JKJ, daun yang telah ditutup sebelumnya berwarna agak kebiru-tuaan disekitar pinggir – pinggirnya dan di bagian – bagian yang tidak ditutupi lainnya, sedangkan bagian tengahnya atau bagian yang ditutupi berwarna sedikit lebih cerah. Hal ini disebabkan karena pada bagian yang ditutup tidak terjadi proses fotosintesis, sehingga dibagian tersebut tidak terdapat amilum yang ditunjukkan oleh warna biru tua kehitaman. Sedangkan pada daun yang tidak ditutup warna biru tua kehitamannya akan merata diseluruh bagiannya, karena pada seluruh bagian permukaan daun terjadi proses fotosintesis.

DAFTAR RUJUKAN

Anwar, A. 1984. Ringkasan Biologi. Ganeca Exact. Bandung.

Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta.

Kimball, J. W. 1993. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.

Kimball, J.W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.

Malcome. B. W. 1990.Fisiologi Tanaman. Bumi Aksara. Bandung.

Simbolon, Hubu dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.

Syamsuri. I. 2000. Biologi. Erlangga. Jakarta.

 

Pancil alumunium kecil

Leave a comment »

PENGAMATAN SEL HEWAN DAN TUMBUHAN MENGGUNAKAN MIKROSKOP

LAPORAN PRAKTIKUM

“PENGAMATAN  SEL HEWAN DAN TUMBUHAN MENGGUNAKAN MIKROSKOP”

Disusun Oleh :

Devi Febrianto           (A1G010045)

Fitri Kurniah             (A1G010055)

Indrio Winarso          (A1G010065)

Andesty Dwi Ningtias (A1G010075)

Dosen pembimbing : Dr. Endang Widi W., M. Pd.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

 

KEGIATAN 2

MIKROSKOP

A. Tujuan

  1. Mahasiswa dapat mengenali komponen-komponen mikroskop
  2. Mahasiswa dapat menggunakan mikroskop

B. Alat dan Bahan

  1. Mikroskop

C. Langkah Kerja

  1. Siapkanlah sebuah mikroskop cahaya
  2. Amati mikroskop tersebut
  3. Gambarlah hasil pengamatanmu
  4. Tuliskanlah baguan-bagian mikroskop tersebut beserta fungsinya.

D. Landasan Teori

Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan praktikum biologi disekolah. Mikroskop berfungsi untuk melihat benda-benda atau organisme yang berukuran sangat kecil. Jenis mikroskop yang banyak digunakan di sekolah adalah mikroskop monokuler. Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, jenis mikroskop dan kemampuan memperbesar benda juga semakin maju. Ada beberapa mikroskop yang kita kenal, yaitu mikroskop sederhana, mikroskop monokuler, mikroskop vesekontras dan mikroskop elektron.

Dari berbagai mikroskop itu mikroskop elektron yang memiliki perbesaran paling tinggi, dapat memperbesar benda sampai 500000 kali. Mikroskop ini menggunakan elektron sebagai ganti cahaya pada mikroskop cahaya.

Satuan yang biasanya digunakan pada objek yang dilihat melalui mikroskop adalah adalah mikron (1 milimeter= 1000 mikron). Perbesaran total didapat dari hasil perkalian perbesaran lensa objektif dengan lensa okuler. Misalnya: pengamatan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran 40x dan lensa okuler dengan perbeseran 10 kali. Maka perbesaran total adalah = 10×40=400 kali ukuran semula.

Gambar mikroskop :

Bagian-bagian mikroskop :

  1. Lensa Okuler
  2. Tabung Mikroskop
  3. Tombol pengatur fokus kasar
  4. Tombol pengatur fokus halus
  5. Revolver
  6. Lensa Objektif
  7. Lengan mikroskop
  8. Meja Preparat
  9. Penjepit objek gelas
  10. Kondensor
  11. Diafragma
  12. Reflektor/cremin
  13. Kaki mekroskop

Fungsi bagian-bagian mikroskop :

1.Lensa Okuler

Untuk memperbersar benda yang dibentuk oleh lensa objektif.

2. Tabung mikroskop

Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan

3.Tombol pengatur fokus kasar

Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat

4.Tombol pengatur fokus halus

Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun tau naik dengan lambat.

5.Revolver

Untuk memilih lensa objektif yang akan digunakan

6.Lensa Objektif

Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3 lenso objektif dengan pembesaran 4 kali, 10 kali, dan 40 kali.

7.Lengan mikroskop

Untuk pegangan saat membawa mikroskop

8.Meja preparat

Untuk meletakkan objek (benda) yang akan di amati

9. Penjepit objek gelas

Untuk menjepit preparat diatas meja preparat agar preparat tidak bergeser.

10. Kondensor

Merupaka lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop

11. Diafragma

Berupa lobang-lobnag yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop.

12. Reflektor/Cermin

Unutk memantulakan dan mngerahkan cahaya kedalam mikroskop. Ada dua jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunkan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat , misalnya snar cahaya matahri, digunakan cermin datar.

13.Kaki Mikroskop

Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap diatas meja.

KEGIATAN 3

SEL

A.    Tujuan

  1. Mahasiswa dapat membedakan sel hidup dengan sel mati
  2. Mahasiswa dapat mengenali orgenela-organela sel
  3. Mahasiswa dapat membedakan sel hewan dengan sel tumbuhan

B.     Landasan Teori

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Semua fungsi kehidupan di atur dan berlangsung di dalam sl. Oleh karena itu sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Semua organism seluler terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organism prokariota dan organisme eukariota. Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mampunyai organism internal sel yang lebih relative sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar : eubakteria yang meliputi hamper seluruh jenis bakteri, dan archaca, lingkungan yang ekstrem seperti sumber air panas yang bersifat asamatau air yang meengandung kadar garam yang sangat tinggi . Gonom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar tanpa organisasi DNA.

Organisme eukariota memiliki organisasi intraseluler yang jauh lebih kompleks antara lain dengan membrane internal, organel yang memilki membrane tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstuktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom lenear di dalam nuclei didalamnya terdapat sederet melekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.

Hewan tingkat tinggi tergolong ke dalam organism eukariota.Sel pada hewan memiliki beberapa organela yang dipisah oleh membrane yaitu reticulum, endoplasm, mitokondria, ribosom, lisosom.

Tumbuahan juga tergolong ke dalam organism eukariota. Namun, sel tumbuhan sedikit berbeda dengan sel hewan . Sel tumbuhan memiliki dinding sel dan organela untuk fotosintesis, kloroplast.

C.    Alat dan Bahan

  • Mikroskop
  • Cutter/silet
  • Kaca preparat
  • Kaca penutup
  • Tusuk gigi
  • Metilin blue
  • Bawang merah

D.    Langkah Kerja

Kegiatan I mengamati sayatan gabus singkong

  • Sayatlah gabus singkong setipis mungkin secara melintang
  • Letakkan sayatan pada kaca preparat
  • Tetesi sayatan dengan metilin blue
  • Tutup sayatan dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat di bawah mikroskop
  • Amati preparat melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu

GAMBAR :

                                           

Kegiatan II mengamati epidermis bawang merah

  • Ambillah satu suing bawang merah
  • Kelupaslah lapisan terluar bawang merah setipis mungkin
  • Letakkan lapisan tersebut pada kaca preparat
  • Tetesi lapisan tersebut dengan metilin blue
  • Tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat dibawah mikroskop
  • Amati preparat bawang merah tersebut melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu
  • Sebutkan bagian-bagian yang Nampak pada preparat

GAMBAR : 

                                                             

Kegiatan III mengamati epidermis mulut

  • Goreskan tusuk gigi pada pipi bagian dalam mulutmu
  • Letakkan hasil goresan tusuk gig tersebut pada kaca preparat
  • Tetesi hasil goresan tusuk gigi tersebut dengan metilin blue
  • Tutup dengan kaca penutup
  • letakkan preparat dibawah mikroskop
  • Amati preparat tersebut melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu
  • Sebutkan bagian-bagian yang nampak pada praparat

GAMBAR :

                                    

Epithel pipi, pewarnaan metilen blue, 100x. Tampak inti di tengah sel berwarna biru dan organel sel tidak tampak.

Kegiatan IV mengamati sel daun bunga rodiscolour

  • Sayatlah bagian kulit daun setipis mungkin secara melintang
  • Letakkan sayatan pada kaca preparat
  • Tetesi sayatan dengan metilin blue
  • Tutup sayatan dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat di bawah mikroskop
  • Amati preparat melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu

GAMBAR :

                                       

E.      HASIL PENGAMATAN

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

SEJARAH PENEMUAN SEL :

-     Pada tahun 1665, Robert Hooke mengamati sayatan gabus dari batang Quercus suber menggunakan mikroskop. Dalam pengamatannya, ia menemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding tebal. Robert Hooke menyebut ruang-ruang kosong tersebut dengan istilah cellulae artinya sel. Sel yang ditemukan Robert Hooke merupakan sil-sel gabus yang telah matu. Sejak penemuan itu, beberapa ilmuan semakin berlomba untuk mengetahui lebih banyak tentang sel.

-     Seorang ahli mikroskop Belanda bernama Antonie van Leeuwenhoek (1632-1723) merancang sebuah mikroskop kecil berlensa tunggal. Mikroskop itu digunakan untuk mengamati air rendaman jerami. Ia menemukan organisme yang bergerak-gerak di dalam air. Yang kemukian disebut bakteri. Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang menemukan sel hidup.

-     Penelitian yang dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari Jerman yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804-1881) dan Theodor Schwann (ahli hewan, 1810-1882). Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun atas sel.

-      Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow, mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru.

 

Pembahasan Hasil Pengamatan Sel Bawang Merah.

Pada gambar di atas, ada beberapa organel sel bawang merah yang terlihat di bawah mikroskop yaitu :

- Dinding Sel

- Epidermis

- Nukleus

- Membran inti

- Sklereid

Fungsi dari masing- masing organel yang ada pada sel bawang merah adalah :

Dinding Sel,

berfungsi sebagai pelindung sel. Batang tumbuhan pada umumnya lebih keras dibandingkan dengan tubuh manusia maupun hewan. Khal ini disebabkan karena bagian luar sel tumbuhan tersusun dari dinding sel yang amat keras. Bahan utama penyusun dinding sel berupa zat kayu yaitu selulosa yang tersusun dari glukosa. Selain selulosa, dinding sel juga mengandung zat lain, misalnya  pektin, hemiselulosa, dan glikoprotein.

Jaringan Epidermis/ Epidermis,

 merupakan jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan, yaitu akar, batang, daun. Jaringan Epidermis berfungsi sebagai pelindung bagian dalam organ tumbuhan. Fungsi khusus  jaringan  epidermis adalah sebagai pelindung terhadap hilangnya air karena adanya penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan hilangnya zat- zat makanan.

Ciri- ciri jaringan epidermis pada tumbuhan umumnya :

·   Terdiri dari sel- sel hidup;

·   Berbentuk persegi panjang;

·   Sel- selnya rapat dan tidak mempunyai ruang antar sel;

·   Tidak memiliki klorofil;

·   Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalamai penebalan, namun dinding sel jaringan epidemis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain tetap tipis;

·   Mampu membentuk derivat jaringan epidermis.

Nukleus ( Inti Sel ), 

merupakan bagian sel yang paling mencolok di antara organel- organel di dalam sel. Fungsi Inti sel adalah sebagai berikut :

- Mengendalikan proses berlangsungnya metabolisme dalam sel:

- Menyimpan informasi genetik ( gen ) dalam bentuk DNA;

- Mengatur kapan dan di mana ekspresi gen- gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri;

- Tempat terjadinya replika ( perbanyakan DNA ) dan trankripsi ( pengutipan DNA ).

Membran Inti, 

terdiri atas dua lapis, yaitu membran luar (membran sitosolik) dan membran dalam (membran nukleo-plasmik). Di antara kedua membran tersebut terdapat ruangan antar membran (perinuklear space) selebar 10 – 15 nm. Membran luar inti bertautan dengan membran ER. Pada membran inti juga terdapat enzim-enzim seperti yang terdapat pada membran ER, misalnya sitokrom, transferase, dan glukosa-6-fosfatase. Permukaan luar membran inti juga berikatan dengan filamen intermediet yang menghubungkannya dengan membran plasma sehingga inti terpancang pada suatu tempat di dalam sel.

Pada membran inti terbentuk pori-pori sebagai akibat pertautan antara membran luar dan membran dalam inti. Diameter pori berkisar antara 40 – 100 nm. Jumlah pori membran inti bervariasi tergantung dari jenis sel dan kondisi fisiologi sel. Fungsi pori membrane inti ini, antara lain sebagai jalan keluar atau masuknya senyawa – senyawa dari inti dan menuju inti, misalnya tempat keluarnya ARN – duta dan protein ribosom.

Pori membran inti dikelilingi oleh bentukan semacam cincin (anulus) yang bersama-sama dengan pori membentuk kompleks pori. Bagian dalam cincin membentuk tonjolan-tonjolan ke arah lumen pori. Pada bagian tengah pori terdapat sumbat tengah (central plug).

Sklereid, 

merupakan sel- sel tumbuhan yang telah mati, berbentuk bulat atau bervariasi, dan berdinding keras yang tahan terhadap tekanan. Sklereid dapat dijumpai dalam keadaan tunggal atau berkelompok kecil diantara sel- sel lain.

Pembahasan Hasil Pengamatan Sel Daun Rhodiscolor.

  • Rhoeo mempunyai jaringan yang terdiri dari sel-sel yang bentuknya sama dapat juga melakukan fungsi khusus yang dapat juga bersama jaringan lain membentuk fungsi yang lebih kompleks.
  • Pertumbuhan darai tana,mn ini sangat penting pada aktivitas jaringan meristem.
  • Dan jaringanya terbagi dua yang berdasarkan kemampuan untuk tumbuh dan memperbanyak diri yaitu jaringan meristem dan jaringan yang permanen

Pada gambar di atas, ada beberapa organel sel bawang merah yang terlihat di bawah mikroskop yaitu :

- Dinding Sel

- Epidermis

- Stomata

- Sel penjaga

Fungsi dari masing- masing organel yang ada pada sel Daun Rhodiscolor adalah :

Dinding Sel, adalah struktur di luar membran plasma yang membatasi ruang bagi sel untuk membesar. Dinding sel merupakan ciri khas yang dimiliki tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), dan alga, meskipun struktur penyusun dan kelengkapannya berbeda.

Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel hewan. Namun demikian, hal ini berakibat positif karena dinding-dinding sel dapat memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.

Dinding sel terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme. Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting). Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).racun

Jaringan Epidermis,

yaitu jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ  tumbuhan ( akar, batang dan daun, bunga, buah, dan biji . Ciri-ciri jaringan epidermis adalah:

1.   Tersusun dari sel-sel hidup.

2.   Terdiri atas satu lapis sel tunggal.

3.   Beragam bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun rapat tidak ada ruang antar sel.

4.   Tidak memiliki klorofil.

5.   Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan , sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis.

6.   Mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis, misal stomata, trikomata (rambut-rambut), spina (duri), vilamen , sel kipas, sel kersik (sel silika).

Stomata,

adalah suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup yang berisi kloroplas dan mempunyai bentuk serta fungsi yang berlainan dengan epidermis.

Fungsi stomata:

  • -Sebagai jalan masuknya CO2 dari  udara pada proses  fotosintesis
  • -Sebagai jalan penguapan (transpirasi)\
  • -Sebagai jalan pernafasan (respirasi)

Sel yang mengelilingi stomata atau biasa disebut dengan sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup.

Sel penutup letaknya dapat sama tinggi, lebih tinggi atau lebih rendah dari sel epidermis lainnya. Bila sama tinggi dengan permukaan epidermis lainnya disebut faneropor, sedangkan jika menonjol atau tenggelam di bawah permukaan disebut kriptopor. Setiap sel penutup mengandung inti yang jelas dan kloroplas yang secara berkala menghasilkan pati. Dinding sel penutup dan sel penjaga sebagian berlapis lignin.

Berdasarkan hubungan ontogenetik antara sel penjaga dan sel tetangga, stomata dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu:

  1. Stomata mesogen, yaitu sel tetangga dan sel penjaga asalnya sama.
  2. Stomata perigen, yaitu sel tetangga berkembang dari sel protoderm yang berdekatan dengan sel induk stomata.
  3. Stomata mesoperigen, yaitu sel-sel yang mengelilingi stomata asalnya berbeda, yang satu atau beberapa sel tetangga dan sel penjaga asalnya sama, sedangkan yang lainnya tidak demikian.

Pada tumbuhan dikotil, berdasarkan susunan sel epidermis yang ada di samping sel penutup dibedakan menjadi empat tipe stomata, yaitu:

  1. Anomositik, sel penutup dikelilingi oleh sejumlah sel yang tidak beda ukuran dan bentuknya dari sel epidermis lainnya. Umum pada Ranuculaceae, Cucurbitaceae, Mavaceae.
  2. Anisositik, sel penutup diiringi 3 buah sel tetangga yang tidak sama besar. Misalnya pada Cruciferae, Nicotiana, Solanum.
  3. Parasitik, setiap sel penutup diiringi sebuah sel tetangga/lebih dengan sumbu panjang sel tetangga itu sejajar sumbu sel penutup serta celah. Pada Rubiaceae, Magnoliaceae, Convolvulaceae, Mimosaceae.
  4. Diasitik, setiap stoma dikelilingi oleh 2 sel tetangga yang tegak lurus terhadap sumbu panjang sel penutup dan celah. Pada Caryophylaceae, Acanthaceae.

Sel Penjaga,

sel penjaga berfungsi untuk mengatur, membuka dan menutupnya stomata. Pada epidermis terdapat suatu lubang yang sangat kecil, bernama stoma (stomata). bagian ini adalah celah yang dibatasi oleh dua sel khusus yang disebut sel penjaga. Jadi, stomata terdiri atas sel penjaga yang berkloroplas, sel tetangga yang tidak berkloroplas dan celah stomata.

 

Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

Sel tumbuhan memiliki organel tertentu yang tidak terdapat pada sel hewan, demikian pula sebaliknya. Sel tumbuhan memiliki dinding sel, plastid,dan vakuola yang tidak dimiliki oleh sel hewan. Sebaliknya sel hewan memiliki sentriol yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan.

A.                  SEL TUMBUHAN

a.                  Dinding sel

Dinding sel adalah bagian terluar dari sel tumbuhan. Dinding sel memiliki fungsi melindungi sel. Dinding sel merupakan lapisan tipis dan bersifat semipermiable. Dinding sel tersusun atas Selulosa, lignin, dan suberin. Pada lapisan epidermis dan batang, dinding sel mengandung kitin dan zat lilin sehingga dinding sel bersifat iimpermeabel. Antara dinding sel yang satu dengan yang lain ditemukan zat pektin yang terdapat pada lamella tengah. Antara sel satu dengan sel yang lain tyerdapat penghubung atau jembatan protoplasma yang dinamakan Plasmodesmata. Plasmodesmata memegang peranan penting dalam transportasi berbagai zat.

b.                  Plastida

Plastid merupakan organel yang terdapat sitoplasma sel tumbuhan dan beberapa jenis ganggang mikroskopik, seperti Euglena. Plastida adalah butir- butir zat warna yang terdapat pada tumbuhan.

Macam-macam plastida :

  1. Kromoplas
  2. Leukoplas
  3. Amiloplas
  4. Kloroplas                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            c.                   Vakoula

Vakuola merupakan rongga yang berada di dalam sel. Vakuola dibatasi oleh  selaput membran dan berisi cairan yang disebut cairan sel. Pada sel tumbuhan yang telah dewasa, umumnya terdapat vakuola tengah yang berukuran besar dan dikelilingi oleh membran yang dinamakan tonoplas.

Fungsi fakuola :

  1. Tempat cadangan makanan
  2. Menyimpan pigmen
  3. Menyimpan minyak sari
  4. Menyimpan sisa metabolism
  1. B.                 SEL HEWAN

Dinding sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol itu terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap-tiap sentriol saling memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.Sel hewan umumnya tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola berukuran kecil . Bagian yang paling besar pada sel hewan adalah nucleus.

Perbandingan sel Tumbuhan da Sel Hewan

NO Bagian Sel Sel Tumbuhan Sel Hewan
1. Dinding sel Ada Tidak ada
2. Membran plasma Ada Ada
3. Organel sel    
  1. a.      Nucleus
Ada Ada
 
  1. b.      Reticulum endoplasma
Ada Ada
 
  1. c.       Ribosom
Ada Ada
 
  1. d.      Badan mikro
   
  Peroksisom

Glioksisom

Ada

Ada

Ada

Tidak ada

 
  1. e.       Kompleks Golgi
Ada (disebut diktiosom) Ada
 
  1. f.       Mitokondria
Ada Ada
 
  1. g.      Lisosom
Tidak ada Ada
 
  1. h.      Sentriol
Tidak ada Ada
 
  1. i.        Plastida
Ada Tidak ada
4. Vakuola Ada Kecil/tidak ada

 

Dari hasil pengamatan diatas dapat kita simpulkan bahwa :

Persamaan

  1. Pada pengamatan sel bawang merah dan sel mukosa pipi yang tampak jelas adalah inti sel.
  2. Organel sel tidak dapat teramati dengan jelas

Perbedaan

  1. Sel bawang merah adalah sel tumbuhan, sel mukosa pipi adalah sel hewan
  2. Pada pengamatan sel bawang merah tampak jelas inti sel dan dinding sel. Sedangkan pengamatan sel mukosa pipi tampak jelas inti sel dan membran sel.

DAFTAR RUJUKAN

Anshory, I. 1984. Biologi umum. Genesa Exact. Bandung.

Kamajaya.1996. Sains Biologi. Ganesa Exact. Bandung.

Pramesti, Hening Tjaturina. 2000. Mikroskop dan Sel FK. Unlam. Banjarbaru.

Purba, M dan kawan-kawan. 1999. Kimia. Erlangga. Jakarta.

Sowasono, Haddy. 1987. Biologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.

Volk dan Wheeler. 1984. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Winatasasmita, Djamhur. 1986. Fisiologi Hewan dan Tumbuhan. Universitas Indonesia. Jakarta.

Yekti, S. 1994. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.

 

Comments (14) »

INTERAKSI KOMPONEN ABIOTIK DAN BIOTIK PADA EKOSISTEM KEBUN SEKOLAH

LAPORAN PRAKTIKUM

“INTERAKSI KOMPONEN ABIOTIK DAN BIOTIK PADA EKOSISTEM KEBUN SEKOLAH PGSD”

Disusun Oleh :

Devi Febrianto           (A1G010045)

Fitri Kurniah             (A1G010055)

Indrio Winarso          (A1G010065)

Andesty Dwi Ningtias (A1G010075)

Dosen pembimbing : Dr. Endang Widi W., M. Pd.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011


  1. Tujuan:

1.    Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah.

2.    Menentukan derajat keasaman tanah.

3.      Menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap tanah terhadap air.

4.    Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.

 

  1. Alat dan bahan:

1.      Gelas ukur                                   2 buah

2.      Pengaduk kaca atau plastic 2 buah

3.      Thermometer

4.      Cawan petri                                 2 buah

5.      PH-meter

6.      Aquadest atau air mineral

7.      Tanah dari kebun sekolah    200 gram

8.      Tanah humus                             200 gram

9.      Corong plastic                            1 buah

10.  Kantung plastic                           3 buah

11.  Kertas saring                                 3 lembar (15 cm x 15 cm)

12.  Timbangan

13.  Kertas Koran

14.  Tabung erlemeyer                       1 buah

15.  Pisau

16.  Pasir                                                   100 gram

 

C.     Petunjuk Kegiatan atau Langkah Kerja

- Untuk menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah serta menetukakn derajat

keasaman tanah.

Petunjuk kegiatan :

1.   Ukurlah suhu udara dan suhu tanah di dalam ekosistem kebun sekolah

2.   Ambillah contoh tanah dari kebun sekolah kira-kira 1 sendok makan dan masukkan kedalam cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan air netral serta aduklah hingga rata

3.   Ambillah tanah humus kira-kira 1 sendok makan dan hancurkan kemudian masukkan kedalam cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan air netral serta aduklah hinggah rata

4.  Tunggulah air kembali menjadi jernih dan ukurlah berapa PH atau derajat keasaman air air tanah tersebut.

5.  Tuliskan  berapa besarnya PH atau derajat keasaman  kedua contoh tanah tersebut dalam table.

 

-          Untuk menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap terhadap air:

Penyelidikan cara pertama:

1.  Ambillah tanah basah dari kebun sekolah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas Koran hinggah kering

2.   Ambillah pasir basah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah di atas kertas Koran hinggah kering

3.   Ambillah tanah humus sebanyak 100 gram kemudian jemurlah di atas kertas Koran hinggah kering

4.  Timbanglah kembali tanah dan pasir yang sudah kering

5.      Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut:

 

Daya serap tanah = Berat basah – berat kering  X  100%

Berat basah tanah

Penyelidikan cara kedua:

1.      Siapkan tabung erlemeyer yang kering

2.      Siapkan corong plastic dan lapisilah menggunakan kertas penyaring dan letakkan di atas gelas erlemeyer

3.      Tuangkan tanah  yang sudah dikeringkan pada cara pertama di atas corong plastic yang telah dilapisi dengan kertas penyaring, kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secar perlahan-lahan, tunggulah hinggah tidak ada air lagi yang menetes ke dalam tabung erlemeyer

4.      Ukurlah jumlah air yang menetes ke dalam masing-masing tabung erlemeyer

5.      Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut:

 

Daya serap tanah = Jumlah air yang dituangkan – Jumlah air yang menetes   X  100%

Jumlah air yang dituangkan

                

·         Untuk mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah

Petunjuk kegiatan 1:

1.      Amati jenis hewan yang dapat ditemukan dikebun sekolah

2.      Amati alat gerak, jenis makanannya,  cara reproduksinya, dan perkembangbiakkannya

3.      Masukkan data hasil pengamatan didalam table yang telah tersedia.

 

            Petunjuk kegiatan 2 :

1.      Amati jenis-jenis tumbuhan yang hidup dikebun sekolah

2.      Amati cara hidupnya dan cara berkembang biaknya

3.      Masukkan data hasil pengamatan didalam tabel

 

D.    Data Hasil Pengamatan yang Diperoleh

1.      Data hasil pengamatan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah

- Suhu udara kebun kampus pgsd : 28,5o C

- Suhu tanah kebun kampus pgsd : 27 o C

 

2.      Data hasil pengamatan besarnya PH atau derajat keasaman tanah kebun sekolah dan tanah humus

 

No Jenis tanah PH Asam atau basa Subur atau tidak subur
1. Tanah kebun sekolah 6 Asam Tidak subur
2. Tanah humus 8 Basa Subur

 

3.      Data hasil pengamatan daya serap tanah kebun kampus pgsd, pasir dan tanah humus terhadap air adalah sebagai berikut:

Penyelidikan cara pertama :

Tanah kering kebun kampus pgsd

Diketahui :  Tanah basah                                             : 100 gr

Tanah yang sudah dikeringkan       : 40 gr

Ditanya    :  Daya serap tanah terhadap air?

Jawab       :

Daya serap tanah         =  Berat basah-berat kering x 100%

                                                 Berat basah tanah

= 100 gr – 40gr x 100%

100 gr

= 60%

Penyelidikan cara kedua :

Tanah basah kebun kampus pgsd

Diketahui:  Berat tanah basah                                          : 100 gr

Berat tanah yang sudah dikeringkan     : 40 gr

Jumlah air yang dituangkan                      : 100 ml

Jumlah air yang menetes                             : 47 ml

Ditanya: Daya serap tanah terhadap air?

Jawab  :

Daya serap tanah = Jumlah air yang dituangkan – Jumlah air yang menetes   X  100%

Jumlah air yang dituangkan

= 100 ml – 47 ml x 100%

100ml

 

= 53 %

Tanah humus

Diketahui :      Tanah humus               : 100 gram

Air yang dituangkan   : 100 ml

Air yang menetes        : 26 ml

Ditanya: Daya serap tanah humus terhadap air?

Jawab :

Daya serap tanah = Jumlah air yang dituangkan – Jumlah air yang menetes   X  100%

Jumlah air yang dituangkan

= 100 ml – 26 ml x 100%

100ml

= 74 %

 

Tanah pasir

Diketahui :      Berat Pasir                      : 100 gram

Air yang dituangkan    : 100 ml

Air yang menetes          :  58 ml

Ditanya: Daya serap tanah humus terhadap air?

Jawab :

Daya serap tanah = Jumlah air yang dituangkan – Jumlah air yang menetes   X  100%

Jumlah air yang dituangkan

= 100 ml – 58 ml x 100%

100ml

= 42 %

 

Hasil pengamatan jenis-jenis hewan yang hidup dikebun sekolah :

Kegiatan 1 :

 

No Nama          Hewan Tempat Hidupnya Alat    Geraknya Jenis  Makanannya Cara  Reproduksinya  
1 Burung udara sayap Biji-bijian bertelur
2 Ayam darat kaki Bijian-bijian,nasi,cacing,ulat,dll bertelur
3 cacing Di dalam tanah Perut/seluruh permukaan tubuh Bakteri/sisa makhluk hidup bertelur
4 Kelabang Di dalam lubang Kaki Sisa-sisa makhluk hidup bertelur
5 nyamuk Tempat lembab sayap darah bertelur
6 Kumbang udara sayap manisan bertelur
7 semut darat kaki manisan bertelur
8 Kodok amphibi kaki nyamuk Bertelur

 

 

 

 

 

 

Hasil pengamatan jenis-jenis tumbuhan yang hidup dikebun sekolah

Kegiatan 2:

 

No Nama tumbuhan Cara berkembang biaknya Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan oleh hewan dan manusia Jumlah Tanaman
akar umbi biji batang tunas
1 Rumput teki akar         Daunnya sebagai makannan ternak Lebih kurang 100 batang
2 Ubi kayu       batang tunas Umbi dan daun mudanya 4 batang

 

 

E.     Pembahasan

      Tanah

Tanah adalah lapisan paling atas di permukaan daratan yang diperlukan tumbuhan untuk mendapatkan nutrisi, air dan sebagai tempat tumbuhnya. Tanah terbentuk melalui proses pelapukan batuan dan penguraian senyawa organik dari jasad makhluk hidup yang telah mati.
Tanah terbentuk melalui dua tahap. Tahap pertama adalah akumulasi lapisan bahan induk yang telah terpecah dan terpisah, disebut regolit. Tahap kedua adalah pembentukan lapisan tanah paling atas yang merupakan hasil dari penambahan air, udara, makhluk hidup (biota), dan bahan organik hasil pembusukan jasad makhluk hidup yang telah mati (humus).

Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat.

Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

Tanah tersusun atas beberapa komponen, yaitu: bahan anorganik (mineral), bahan organik, air dan udara. Faktor utama yang mempengaruhi pembentukan tanah, yaitu: bahan induk, iklim, topografi, biota dan waktu. Sebagian besar tanah memiliki beberapa horizon, yaitu lapisan-lapisan tanah yang masing-masing berbeda dalam hal komposisi kimia, fisik, atau kandungan bahan organik. Potongan vertikal tanah yang menunjukan horizon-horizon tanah disebut profil tanah.

Tekstur tanah merupakan gambaran tingkat kekasaran atau kehalusan bahan mineral yang menyusun tanah. Tekstur tanah sangat menetukan kualitas tanah, terutama dalam hal kemampuannya menahan air. Partikel yang besar akan menyebabkan rongga antar partikel tanah juga besar sehingga air dan udara cenderung mudah mengalir.
Sebaliknya, partikel yang kecil akan menyebabkan rongga antar partikel juga kecil sehingga air dan udara lebih lambat bergerak dan cenderung tertahan. Oleh karena itu, tekstur tanah yang paling baik untuk keperluan pertanian atau perkebunan adalah yang mengandung lempung/liat, pasir, dan debu/endapan lumpur.

 

      Pengertian ekosistem

Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik atau interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Selain itu ekosistem merupakan tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi.

Komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua macam, yaitu komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup, sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang terdiri atas benda mati. Seluruh komponen biotik dalam suatu ekosistem membentuk komunitas. Dengan demikian, ekosistem dapat diartikan sebagai kesatuan antara komunitas dengan lingkungan abiotiknya.

1.      Komponen Abiotik

Komponen abiotik merupakan komponen tak hidup dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik sangat menentukan jenis makhluk hidup yang menghuni suatu lingkungan. Komponen abiotik banyak ragamnya, antara lain: tanah, air, udara, suhu, dan lain-lain.
a. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.
b. Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.
c. Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.
d. Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. . Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.
e. Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.
f. Garis lintang

Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.

2.  Komponen Biotik

Berdasarkan caranya memperoleh makanan di dalam ekosistem, organisme anggota komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Produsen, yang berarti penghasil. Produsen merupakan organisme yang mampu

menghasilkan zat makanan sendiri (autotrof) melalui fotosintesis. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah tumbuhan hijau atau tumbuhan yang mempunyai klorofil. Produsen ini kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme yang tidak bisa menghasilkan makanan (heterotrof) yang berperan sebagai konsumen.
b. Konsumen, yang berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat menghasilkan zat makanan sendiri tetapi menggunakan zat makanan yang dibuat oleh organisme lain. Organisme yang secara langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora. Oleh karena itu, herbivora sering disebut konsumen tingkat pertama. Karnivora yang mendapatkann makanan dengan memangsa herbivora disebut konsumen tingkat kedua. Karnivora yang memangsa konsumen tingkat kedua disebut konsumen tingkat ketiga dan seterusnya. Proses makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini: daun berwarna hijau (Produsen) –> ulat (Konsumen I) –> ayam (Konsumen II) –> musang (Konsumen III) –> macan (Konsumen IV/Puncak).
Dalam ekosistem, banyak proses rantai makanan yang terjadi sehingga membentuk jaring-jaring makanan (food web) yang merupakan kumpulan dari beberapa rantai makanan.
c. Dekomposer atau pengurai. Dekomposer adalah jasad renik yang berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Dengan adanya organisme pengurai, organisme akan terurai dan meresap ke dalam tanah menjadi unsur hara yang kemudian diserap oleh tumbuhan (produsen). Selain itu aktivitas pengurai juga akan menghasilkan gas karbon dioksida yang akan dipakai dalam proses fotositesis.

Penggolongan Kelompok Hewan Berdasarkan Jenis Makanan

Pada umumnya binatang / hewan dapat kita bagi menjadi beberapa jenis / macam berdasarkan makanan yang dimakan sehari-hari, yaitu :

1. Herbivora / Herbifora

Herbivora adalah jenis hewan yang memakan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti daun, kayu, biji, buah, bunga, dan lain sebagainya. Contoh Binatang herbivor adalah kambing, unta, kerbau, kelinci, burung dara, dan lain-lain.

2. Carnivora / Karnivora

Carnivora adalah jenis binatang yang memakan makanan yang berasal dari tubuh hewan lainnya seperti daging, darah, dan sebagainya. Hewan ini disebut juga sebagai hewan predator. Contoh hewan carnifora adalah singa, macan, harimau, cheetah, piranha, burung bangkai, burung pemakan serangga, ikan arwana, dan lain sebagainya.

3. Omnivora / Omnifora

Omnivora adalah jenis hewan yang memakan makanan keduanya baik tumbuhan maupun hewan. Binatang ini makan silih berganti antara keduanya. Contoh binatang omnivor adalah yakni tikus, ikan mas, ikan mujair, ayam, dan lain-lain.

 

F. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa jenis tanah yang baik adalah tanah humus dengan ph 8 karena banyak mengandung unsur hara dengan warna tanah yang hitam dan jenis tanah humus merupakan tanah yang subur untuk ditanami tumbuhan sedangkan tanah kebun sekolah tidak subur untuk ditanam tumbuhan karena ph tanahnya 6 yang merupakan ph asam, selain itu dapat kita lihat tanah kebun sekolah berwarna kuning dan terlihat gersang.

Tanah yang baik adalah tanah yang teksturnya tidak padat dan tidak renggang. Sehingga air yang dibutuhkan mencukupi dan akar pun mudah menjalar. Maka dari itu hubungan jenis tanah dengan daya serap air sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Dapat kita simpulakan bahwa tanah humus lebih baik dibandingkan tanah kebun kampus pgsd dan pasir dikerenakan daya serap tanah terhadap air lebih tinggi sehingga tanaman bisa menyerap air yang ada di dalam tanah tersebut sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur.

Berdasarkan pengamatan tentang jenis-jenis hewan yang banyak terdapat di kebun kampus pgsd adalah semut,nyamuk,kodok,kumbang,dll. Sedangkan jenis tumbuhan didominasi oleh tumbuhan rumput, dan ubi kayu.

G. Daftar Rujukan

  1. http://yukimiku.blogspot.com/2011/01/penelitian-ipa-tentang-daya-serap-air.html
  2. http://mozaiksains.wordpress.com/2010/03/12/komponen-ekosistem/
  3. http://surgaku.com/2009/12/jenis-jenis-tanah-dan-pengertiannya/
  4. http://syadiashare.com/jenis-tanah.html
  5. http://organisasi.org/teknik-cara-membuat-tanah-tetap-subur-dan-tips-pengawetan-tanah-ilmu-biologi
  6. http://organisasi.org/penggolongan_kelompok_hewan_berdasarkan_jenis_makanan_binatang_herbivora_karnivora_dan_omnivora_ilmu_sains_biologi

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments (6) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

Comments (6) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.